Categories
Umum

Tanda-Tanda Birahi Pada Sapi Ternak

TANDA-TANDA BIRAHI PADA SAPI TERNAK

Sapi betina hanya bisa melayani atau menerima pejantan pada waktu-waktu tertentu. Sebab organ reproduksi betina bekerja secara teratur, sel telur diproduksi 3 minggu sekali karena pengaruh kerja hormoon. Akibat dari kerja hormoon itu, maka perilaku sapi yang bersangkutan akan berubah. Itulah yang disebut tanda-tanda birahi.

Tanda-Tanda Birahi Pada Sapi Ternak

Sapi yang sedang birahi akan menunjukkan perilaku atau tanda-tanda sebagai berikut:

  • Sapi menjadi lebih peka atau mudah terangsang.
  • Sapi dalam keadaan gelisah, dan apabila sapi tersebut diikat selalu berusaha melepaskan diri.
  • Di dalam keadaan lepas, sapi berusaha mencari kontak atau mendekati pejantan.
  • Mencoba menaiki sesama kawan yang berdekatan.
  • Jika betina tadi dinaiki kawannya akan berdiam diri, atau membiarkan dinaiki teman.
  • Sering melenguh-lenguh, ekor agak terangkat ke atas.
  • Vulva nampak merah, membengkak dan hangat (apabila diraba). Atau di dalam Bahasa Jawa populer disebut dengan istilah 3A (Abang, Abuh, Anget).
  • Dari vulva sering keluar lendir.

Periode birahi pertama

Periode birahi pertama sampai dengan birahi berikutnya disebut siklus birahi. Siklus birahi sapi berlangsung secara teratur pada setiap 3 minggu sekali. Meskipun sedang birahi, sapi tersebut kadang-kadang sama sekali tidak menunjukkan adanya tanda-tanda birahi. Hal ini mempersulit pengamatan para peternak. Peristiwa semacam ini disebut birahi tenang (silent heat).

Di muka telah dijelaskan bahwa kerja alat reproduksi sapi betina berjalan secara teratur, karena ada hormon yang mengatur. Kerja hormon ini akan berhenti pada saat sapi sedang bunting. Itulah sebabnya sapi betina tidak bisa dikawinkan pada setiap saat, tetapi harus menunggu sampai sapi itu birahi. Hal ini berbeda dengan sapi jantan. Sperma sapi jantan yang sudah dewasa kelamin bisa diproduksi terus-menerus sepanjang waktu sehingga pejantan selalu siap untuk dipakai atau untuk memacek pada setiap saat.